Home / berita umum / Bawaslu Menyampaikan Kata Ma’ruf Amin Tentang Pemberian Tanah Punya Pemrintah Terhadap Petani

Bawaslu Menyampaikan Kata Ma’ruf Amin Tentang Pemberian Tanah Punya Pemrintah Terhadap Petani

Bawaslu Menyampaikan Kata Ma’ruf Amin Tentang Pemberian Tanah Punya Pemrintah Terhadap Petani – Calon wakil presiden nomer urut 01, Ma’ruf Amin dilaporkan ke Bawaslu sehubungan menjanjikan pembagian tanah lewat redistribusi asset area punya pemerintah terhadap petani. Bawaslu menyampaikan dapat membahas apa hal semacam itu adalah program kerja yang di tawarkan.

” Kita kaji dahulu apa itu program yang telah ada sekarang atau program baru yang di tawarkan, namanya program kerja, ” kata Anggota Bawaslu, Karunia Bagja, di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2018) .

Bagja menyampaikan redistribusi tanah yang dijanjikan udah ada serta berubah menjadi program pemerintah. Perihal ini pula yang menurut dia butuh terlebih dahulu dicheck.

” Redistribusi tanah kan tidak cuma program awal kalinya, sebelum pemerintahan Pak Jokowi ada juga, ” kata Bagja.

” Maka dari itu kita kaji dahulu apa itu program sesudah itu, apa program dari team kampanye Jokowi-Ma’ruf atau seperti apakah? Kita belumlah tahu, ” sambungnya.

Diluar itu, Bawaslu akan juga memandang apa peristiwa itu penuhi unsur kampanye. Ia menyampaikan, satu diantaranya unsur kampanye ialah mempromokan program kerja.

” Penuhi kampanye ataukah tidak? Kampanye unsurnya penuhi pemilih, dengan visi misi, program kerja serta citra diri. Penuhi ataukah tidak kan belumlah semestinya, ” kata Bagja.

Laporan dimasukkan atas nama Andi Samsul Bahri menjadi warga. Laporan diikuti bukti video pidato Ma’ruf yang tersebar di penerapan WhatsApp.

Andi Samsul Bahri memberikan laporan Ma’ruf ke Bawaslu dengan pendampingan dari team Advokat Warga Adil serta Makmur (Tamam) . Ma’ruf dilaporkan lantaran dituding melanggar Klausal 280 ayat 1 Undang-Undang Pemilu Nomer 7 Tahun 2017. Peraturan itu melarang peserta pemilu menjanjikan materi terhadap peserta kampanye.

” Nah, hal semacam itu kita lihat jika itu disangka melanggar UU Pemilu sehubungan 280 ayat 1 huruf J atau 521, ” kata kuasa hukum Andi dari Tamam, Muhammad Mengakhiri, selesai masukkan laporan ke Bawaslu.

” Sehubungan dengan pelaksana serta peserta pemilu dilarang menjanjikan atau berikan uang atau materi yang lain terhadap peserta kampanye pemilu, ” sambungnya.

About admin