Home / berita umum / Di Purworejo Ada Kampung Mayoritas Penduduknya Budidaya Tawon Klenceng

Di Purworejo Ada Kampung Mayoritas Penduduknya Budidaya Tawon Klenceng

Di Purworejo Ada Kampung Mayoritas Penduduknya Budidaya Tawon Klenceng – Madu tawon klanceng mempunyai banyak faedah buat kesehatan, akan tetapi sampai sekarang masih tetap jarang masyarakat yang membudidayakannya karena dipandang susah serta kalah popular dengan lebah madu biasa. Di Purworejo, Jawa Tengah, ada kampung yang sebagian besar penduduknya membudidayakan tawon memiliki ukuran lebih kecil dari lalat itu. Tawon ini seringkali dimaksud tawon klanceng.

Masyarakat Desa Jelok, Kecamatan Kaligesing sukses membudidayakan serangga penghasil madu itu. Budidaya dikerjakan lewat cara membikinkan kandang tawon serta ditempatkan di tembok rumah, teras, halaman ataupun pekarangan.

Sebelum dikandang, awalannya tawon diambil rimba atau sekitar lingkungan kampung. Satu kotak berisi satu koloni dengan jumlahnya beberapa ribu tawon. Sesudah sukses dikembang biakkan, tawon akan dipecah jadi beberapa koloni di kandang lainnya.

“Awalannya tawon kita mengambil dari alam bersama sarangnya selalu dimasukin kandang yang sudah disediakan. Sesudah berkembang biak kelak akan ada koloni baru serta kita pisahkan ke kandang lainnya,” kata Ketua Grup Tani Sekar Sari, Puput Noto Restoni (30) di tempat tinggalnya, Selasa (4/9/2018).

Untuk mempermudah pemeliharaan, kandang untuk sarang tawon dibikin dua susun. Susunan atas memiliki ukuran 20 cm x 40 cm untuk tempat bee polen serta madu, sedang susunan bawah ukuran 12 cm x 30 cm untuk telur, ratu serta tawon pekerja.

“Untuk lubang atau pintu keluar masuk lebah dibikin di samping kotak sisi bawah serta supaya tidak kehujanan kotak dikasih atap seng,” lanjutnya.

Selain itu, Imam Prayodi (31) salah satunya petani menjelaskan budidaya tawon itu gampang serta tak perlu lakukan perawatan spesial pada lebah dalam sarang. Walau lebah tidak dikasih makan langsung oleh petani, akan tetapi prasyarat sukses budidaya lebah ialah ada lingkungan yang mensupport yaitu ketersediaan bunga di seputar sarang.

“Type bunganya juga sembarang serta tidak mesti tanaman hias. Itu saya juga tanam bunga matahari, kopi, serta murbei. Lebah juga miliki potensi jelajah sampai 500 mtr. dari kandang, menjadi asal banyak tanaman berbunga, lebah tentu hidup. Diluar itu juga janganlah membakar sampah di dekat sarang karena asap akan mematikan lebah dalam kandang,” katanya.

Madu tawon klanceng jadi primadona petani di Desa Jelok. Bahkan juga, karena sukses, beberapa tetangga desa juga turut membudidayakan tawon itu.

Sekarang, madu yang dibuat bukan sekedar di pasarkan di Purworejo akan tetapi sampai kota-kota besar yang lain seperti Semarang, Bekasi, Tangerang serta sekelilingnya. Satu botol madu klanceng murni ukuran 130 ml di jual di harga Rp 80 ribu. Sedang botol ukuran 260 ml dibandrol di harga Rp 160 ribu.

About admin