Home / berita umum / Ikan Aligator Banyak Pengemar Ikan Hias

Ikan Aligator Banyak Pengemar Ikan Hias

Ikan Aligator Banyak Pengemar Ikan Hias – Walau ikan aligator termasuk juga beresiko, akan tetapi sebenarnya banyak pehobi ikan hias menyengaja pelihara ikan buaya itu. Karena beresiko, Tubuh Karantina Ikan Pengendalian Kualitas (BKIPM) buka Posko penyerahan ikan beresiko invasif seperti di Pangandaran, Jawa Barat.

Semenjak 1 Juli sampai 31 Juli 2018, sekitar 20 ekor ikan aligator diserahkan oleh masyarakat dengan suka-rela. Gagasannya ikan itu akan dihilangkan.

Petugas Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Kualitas serta Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Cirebon Jajat Sudrajat menyampaikan ikan aligator itu begitu beresiko.

Jika dilepaskan ke alam di perairan Indonesia di kuatirkan bisa mengakibatkan kerusakan lingkungan perairan, karena ikan aligator akan mengonsumsi ikan endemik yang ada di sekelilingnya.

” Kalaupun dilepaskan ke alam perairan di Indonesia dapat memutuskan rantai makanan, ” tutur Jajat Kamis (2/8/2018).

Tidak hanya membahayakan bisa mengakibatkan kerusakan lingkungan perairan, dapat juga membahayakan manusia. Masalahnya hewan yang hidup di air tawar dengan habitat asli di Amazon, Amerika ini mempunyai sipat menyerang.

” Pada manusia juga menyerang, info ada banyak masyarakat di daerah lainnya yang sempat digigit, ” tuturnya. Jajat juga mengakui tidaklah heran beberapa masyarakat pelihara ikan aligator menjadi ikan hias, karena mempunyai bentuk yang unik serta menyeramkan. Bentuk itu jarang diketemukan di perairan Indonesia.

Disebutkan Jajat, ikan aligator serahan dari penduduk Pangandaran mempunyai panjang sampai 180 sentimeter, atau hampir 2 mtr., dengan berat lebih dari 30 kg.

Di ketahui, berdasar pada UU 31/2004, UU 45/2009 serta Permen Kelautan serta Perikanan 41/2014, masyarakat yang pelihara ikan beresiko serta invasif terancam hukuman pidana.

Sesudah tanggal 31 Juli diketemukan masih tetap ada penduduk yang didapati pelihara ikan beresiko serta invasif, akan ditindak tegas. Diolah hukum dengan ancaman 6 tahun penjara serta denda Rp 1, 5 miliar buat pemeliharaan. serta jika ada yang menyengaja melepas ke alam, terancam pidana 10 tahun penjara serta denda Rp 2 miliar.

About admin