Home / berita umum / Kepala Inspektorat Bojonegoro Ditahan Kejari atas Kasus Korupsi Rp 1,7 Miliar

Kepala Inspektorat Bojonegoro Ditahan Kejari atas Kasus Korupsi Rp 1,7 Miliar

Kepala Inspektorat Bojonegoro Ditahan Kejari atas Kasus Korupsi Rp 1,7 Miliar – Kepala Inspektorat Kabupaten Bojonegoro Syamsul Hadi ditahan oleh Penyidik Kejari ditempat. Dia terlilit masalah korupsi penyalahgunaan kuasa sampai merugikan negara sebesar Rp 1,7 miliar.

“Ini terduga kita tahan untuk 20 hari ke depan” kata Kasi Pidsus Kejari Bojonegoro Achmad Fauzan pada wartawan, Kamis (25/4/2019).

Syamsul datang di Kantor Kejari seputar jam 10.00 WIB dengan mengendarai mobil Toyota Innova bernomor polisi S 1022 BS. Dia didampingi sopir serta anaknya.

Kontrol sepanjang 5 jam dikerjakan untuk lengkapi proses penyelidikan pendapat korupsi. Syamsul disangka sudah menyalahgunakan kuasa sepanjang menjabat menjadi Kepala Inspektorat tahun biaya 2015 sampai 2017.

“Terduga ini disangka lakukan tindak pidana korupsi dana honor kontrol teratur SKPD di kantornya. Jadi ini penyalahgunaan kuasa,” tambah Achmad.

Itu jadi kontrol ke-3 yang dikerjakan pihak Kejari, sekaligus juga yang kirim Syamsul ke jeruji besi. Menurut Achmad, sebelum dibawa ke Lapas Klas 2 di Jalan Diponegoro, terduga melakukan kontrol kesehatan serta sidik jari.

Syamsul jadikan terduga tunggal oleh penyidik Kejari sebab terduga yang membuat kebijaksanaan biaya pengawasan internal. Tetapi kebijaksanaan itu tidak sesuai undang-undang.

“Terduga ini menyalahgunakan wewenangnya untuk pemakaian biaya pengawasan internal tahun 2015 sampai 2017 dengan keseluruhan kerugian negara sampai Rp 1,7 miliar. Terduga Tunggal, Sebab ia yang membuat kebijaksanaan berkaitan biaya pengawasan internal di kantornya. Jika ada stafnya yang terima uang itu mereka telah kembalikan semua,” lanjut Achmad.

Dari keseluruhan Rp 1,7 miliar yang diraup, cuma Rp 500 juta yang belum dikembalikan terduga. Atas tindakannya Syamsul sekarang terancam hukuman minimum 4 tahun penjara.

“Kita gunakan masalah tindak pidana korupsi. Intimidasi hukuman primernya diatas 4 tahun,” ujarnya.

Syamsul sudah diputuskan menjadi terduga semenjak beberapa waktu lantas sesudah kontrol pertama. Tetapi dia tidak ditahan serta masih tetap menjabat Kepala Inspektorat sampai sekarang ini.

About admin