Home / kebudayaan / Penyerahan Pusaka Setelah 18 Thn Di Titipkan

Penyerahan Pusaka Setelah 18 Thn Di Titipkan

Penyerahan Pusaka Setelah 18 Thn Di Titipkan – Tangis haru pecah diatas Jembatan Air Mata yg menghubungkan Indonesia dengan Timor Leste. Beberapa ratus orang larut dalam kondisi moment budaya yg langka.

Moment ini udah dinantikan sejak mulai 1999 lampau, kala gejolak referendum menyeruak serta membuahkan kemerdekaan buat Timor Leste. Dikarenakan dinamika politik itu, tempat hidup Suku Paslara serta Suku Daulelo jadi terbelah.

Tempat pertama merupakan Desa Aidabaleten serta Desa Rairobo, Arabae, Maliana, Timor Leste. Tempat ke dua merupakan Desa Kenebibi, Atapupu, Belu, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Dikarenakan keadaan tdk aman kala itu, jadi pusaka yg ada di Timor Leste (dahulu bernama Propinsi Timor Timur) diungsikan lebih dahulu ke Indonesia. Pusaka-pusaka itu dijaga serta akan kembali lagi tempatnya kalau keadaan udah aman.

Selanjutnya sehabis 18 th. berlalu, pusaka itu dikembalikan. Jembatan Air Mata jadi panggungnya. Jembatan ini disebut demikianlah dikarenakan kala pembelahan ke dua negara, kerabat-kerabat yg terpisah sama sama berpelukan, bersua, menangis, serta mengucap perpisahan di titik ini, pada Indonesia serta Timor Leste, tepatnya di depan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Motaain, Belu, NTT.

Satu ujung pagar dicat Merah Putih, dan ujung yang lain dicat Merah Kuning serta Hitam. Di bawahnya mengalir anak Sungai Malibaka yg mengalir ke laut.

Disaksikan detikcom pada Sabtu (1/4/2017) di area, diatas jembatan segi Merah Putih ada 10 pria memakai kain Tais. Mereka membawa satu pedang, tiga tiang bendera, dua genderang senar, serta dua terompet kuningan. Salah satunya dari tiga tiang bendera itu dipasangi Bendera Merah Putih. Pedang, tiang bendera, genderang senar, serta terompet itu merupakan pusaka yg dapat dipulangkan.

Di segi jembatan bercat Merah Kuning Hitam, pihak dari Timor Leste udah siap terima pusaka itu. Ada empat orang, terdiri dalam tiga pria paruh baya serta satu wanita. Seluruhnya memakai kain tais, ditambahkan dengan penutup kepala batik yg digunakan tiga pria itu.

Matahari pas ada diatas kepala. Acara ini di mulai. Drum ditabuh. Beberapa orang jadi jadi lebih banyak. Mobil-mobil berpelat putih khas Timor Leste yg akan masuk ke PLBN Motaain mesti tunggu sesaat hingga acara sakral ini tuntas di gelar.

Doru Vicente (41) memimpin upacara pengembalian pusaka ini. Dia sendiri merupakan anggota suku Daulelo. Doru memimpin penghormatan terhadap Merah Putih. Komandonya dipatuhi banyak orang di area.

Sehabis penghormatan tuntas, Sang Saka Merah Putih dilucuti dari tiang itu. Bendera dilipat, dimasukkan ke kotak kayu ukuran seputar 50 x 20 cm. Lantas tiang bendera itu diserahkan ke pihak saudara suku yg ada di Timor Leste, disusul penyerahan dua tiang bendera yang lain, satu pedang, dua genderang senar, serta dua terompet.

Pusaka udah berpindah tangan. Dengan cekatan, Bendera Timor Leste dipasang di tiang kayu setinggi dua mtr. itu. Kelihatan, ujung tiang bendera itu punyai sama dengan mata tombak kuningan. Mata tombak itu bergambar Garuda Pancasila.

Dua tiang bendera yang lain mempunyai ukuran makin lebih panjang, tingginya menggapai sekitar lebih 3 mtr.. Ada yg miliki mata tombak, serta ada yg tdk. Mengenai dua genderang senar itu juga turut dipulangkan ke anggota suku yg bermukim di Timor Leste. Genderang itu berwarna merah, besi-besinya udah kusam pertanda umur benda ini. Pada bagian depannya ada tulisan kecil ” Buatan Yogyakarta Indonesia “.

Lengkaplah sudah, seluruh pusaka udah berganti tangan. Beberapa orang di area lantas bersorak. Warga yg terpisah oleh batas negara ini lantas sama sama bersalaman, sama sama peluk, serta sama sama tempelkan hidung sebagai bentuk keakraban mereka.

Keharuan nampaknya udah tdk dapat ditahan dari wajah-wajah mereka. Beberapa orang dari ke dua belahlah pihak saudara ini kelihatan mengusap pipi dengan kain. Air mata menetes bercampur senyum persaudaraan.

” Obrigado! ” kata seseorang prajurit TNI penjaga perbatasan, sembari mengacungkan jempol, melepas kepulangan rombongan Timor Leste.

Rombongan Timor Leste jalan menuju Pos Perbatasan Terpadu Batugade Bobonaro Timor Leste. Saat sebelum hingga jembatan dekat laut, mereka membungkus mata tiang bendera yg terukir simbol Garuda Pancasila. Kain batik kecil dimanfaatkan utk menyelubungi mata pusaka ini.

About admin