Home / berita umum / Team SAR Paduan Sukses Menemukannya Flight Data Recorder

Team SAR Paduan Sukses Menemukannya Flight Data Recorder

Team SAR Paduan Sukses Menemukannya Flight Data Recorder – Proses pelacakan korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Karawang tetap dilanjut. Pelacakan pun dilaksanakan pada CVR black box serta body pesawat.

Usaha team SAR paduan yg terdiri dalam Basarnas, TNI, Polri, serta relawan beda membawa hasil. Walaupun dalam operasi SAR menemukannya sejumlah 195 kantong jenazah, team paduan belum juga bisa menemukannya badan pesawat dengan cara utuh.

” Tubuh pesawat dengan cara full kita belum juga dapatkan. Team kami konsentrasi di isyarat CVR, tetap mencari di area berbarengan BPPT, ” kata investigator KNKT, Ardi Gunawan, di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (8/11/2018) .

Tetapi, team SAR paduan sukses menemukan serta membawa serpihan body pesawat serta beberapa fitur. Salah satunya Flight Data Recorder (FDR) , dua turbin, dua roda, Emergency Locator Transmitted (ELT) , sampai kulit pesawat.

Selanjutnya lis hasil team SAR Paduan sepanjang 11 hari pelacakan :

– FDR

FDR diketemukan pada Kamis (1/11) lebih kurang waktu 10. 30 WIB, team SAR paduan sukses menemukannya Flight Data Recorder (FDR) yg terdapat pada Black Box.

FDR black box sukses diketemukan sebelumnya setelah Ping Detector sukses tangkap isyarat Black Box di lebih kurang 400 mtr. dari last kontak pesawat pada koordinat 05 derajat 46 menit 15 detik selatan-107 derajat 07 menit 16 detik timur dengan kedalaman 32 mtr.. Tetapi, didapati FDR itu diketemukan dalam situasi terbelah dua.

” Black box model FDR yg diketemukan dalam situasi patah serta terpotong berubah menjadi dua sisi, ” kata Wakil Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Haryo Satmiko terhadap detikcom.

– Dua Turbin

Turbin pertama pesawat Lion Air PK-LQP diketemukan serta diambil dari perairan pada Sabtu (3/11) , terus yg ke dua diketemukan kembali lagi Selasa (6/11) . Pengangkatan sisi mesin pesawat itu dilaksanakan dengan crane yg ada di kapal Baruna Jaya I. Turbin terus dibawa ke dermaga JICT 2 memanfaatkan LCU Banda Aceh.

” Turbin udah dua diketemukan. Mempunyai arti, dua engine udah diketemukan. Lantas tempo hari roda yg beda sudah kelihatan, ” kata Kabasarnas Marsdya M Syaugi di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11) .

– Dua Roda Pesawat

Satu diantaranya roda Lion Air PK-LQP nomer penerbangan JT 610 yg jatuh di perairan Karawang udah dievakuasi ke Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Satu roda yg diketemukan itu adalah pendarat belakang pesawat.

” Ini hari saya lihat di TV udah berjumpa roda, kami lihat sepintas di TV. Kita lihat roda mutar, kita dapat yakinkan itu roda pendarat belakang, ” kata Ketua Subkomite Kecelakaan Penerbangan KNKT Capt Nurcahyo Utomo di kantor KNKT, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11) .

Terus roda ke dua kembali diketemukan pada Minggu (4/11) . Situasi ban ada roda kelihatan udah pecah serta besinya kelihatan bengkok. Roda ini tetap diketemukan di lebih kurang area FDR diketemukan.

” Yg selebihnya merupakan roda pesawat komplet dengan dudukannya, sama (diketemukan) dengan kedalaman 30 mtr. juga. Tempatnya di sekitar kita menemukannya tetap dibsekitar FDR semua, ” kata Komandan Grup Kapal Amfibi Koarmada I Kolonel Kaut (P) Bambang Trijanto, di dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (5/11) .

Tidak cuman sisi-sisi itu juga ada barang beda yg diketemukan, ialah Emergency Locator Transmitted (ELT) , Flight Direction, kulit pesawat sampai potongan busa dari tempat duduk pesawat. Sekarang proses pelacakan satu black box yang lain Cockpit Voice Recorder (CVR) tetap senantiasa berbuntut.

Apabila kelak proses evakuasi diberhentikan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akanlah tetap mencari CVR yg menampung rekaman nada dalam kokpit. Tentulah hal semacam itu buat beri dukungan pengumpulan bukti-bukti berkenaan yang menimbulkan jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di Perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10) .

” Gak kami terus mencari, mungkin bisa ada menambahkan, 3 hari kan dari Basarnas, KNKT jadi pemerintah bakal diperpanjang. (Penyelamnya) ya kelak kita kordinasikan. Sama team yang lain, ” kata Investigator KNKT, Ardi Gunawan.

About admin